Nama : Esa Asmara Tarigan
NPM : 22110436
Kelas : 3KB04
KARANGAN PI
Akhir-akhir ini banyak terlihat perokok
aktif di berbagai tempat. Terutama disuatu ruangan yang sudah terdapat larangan
merokok, tetapi para perokok aktif tetap saja merokok di dalam ruangan
tersebut. Asap rokok itu sangat bahaya untuk pernafasan manusia. Pendeteksi
asap rokoklah yang dapat mendeteksi dimana adanya asap disuatu ruangan. Dan
mencari cara untuk mengeluarkan asap yang ada di dalam ruangan dengan
menggunakan fan.
Dalam pembuatan alat pendeteksi asap
rokok dibutuhkan bahasa C untuk menjalankan program yang ada pada
mikrokontroller ATMega8535. Bahasa C sangat erat hubungannya dengan
mikrokontroller, hal ini dapat dilihat dari bahasa pemrograman yang digunakan
dalam mikrokontroller pada umumnya menggunakan bahasa pemrograman C.
Penggabungan antara bahasa C dengan mikrokontroller dapat menghasilkan sebuah
alat, salah satunya alat deteksi asap rokok pada suatu ruangan. Seperti di
ketahui banyak bahaya yang ditimbulkan oleh asap rokok.
Mikrokontroller lebih sesuai untuk tugas-tugas
yang lebih spesifik. Adapun contoh dari mikrokontroller adalah, ATMega8535 mikrokontroller
ini memiliki keunggulan dapat diprogram melalui downloader yang terkoneksi
dengan PC dan menggunakan bahasa pemrogramam yaitu bahasa C.
Dengan adanya perkembangan
mikrokontroller yang semakin canggih, penulis terapkan pada Penulisan Ilmiah
dengan judul “Alat Pendeteksi Asap Rokok
Pada Suatu Ruangan berbasis ATMega8535” dan ditunjang oleh bahasa C sebagai
bahasa pemogramannya.
ABSTRAK
Esa
Asmara Tarigan,
22110436
ALAT
PENDETEKSI ASAP ROKOK PADA SUATU RUANGAN BERBASIS ATMEGA8535
PI. Sistem Komputer. Fakultas Ilmu Komputer dan
Teknologi Informasi.
Universitas
Gunadarma. 2013
Kata Kunci : Sensor Asap,
Mikrokontroler AVR ATMega 8535
( xi
+ 29 + Lampiran)
Telah dilakukan pembuatan alat pendeteksi asap rokok pada suatu
ruangan. Untuk mendapatkan output yang baik dapat menjalankan prosesnya dengan
menggunakan mikrokontroller ATMega8535 dan menjalankan programnya dengan bahasa
C. Penggabungan antara bahasa C dengan mikrokontroller dapat menghasilkan
sebuah alat, salah satunya alat deteksi asap rokok pada suatu ruangan.
Alat
yang penulis buat terdiri dari tiga blok yaitu blok input, blok proses dan blok output. Dan cara kerja alatnya yaitu alat akan
menyala apabila diberi tegangan 12 volt, dan
pada blok input, sensor asap ini bekerja apabila terkena asap maka resistansinya kecil sehingga mengakibatkan tegangan
output meningkat yang mempengaruhi pada
inputan non-inverting,kemudian data dikirim menuju
blok proses. Di dalam blok proses data diproses dan dikirim kembali ke blok output melalui port 1, di blok output buzzer,
fan, LED dan LCD akan menyala apabila mendapat data dari blok proses.
Hasil
pengujian alat asap rokok ini pada jenis rokok Mild dan rokok kretek berupa nyala LED, tampilan pada LCD dan suara
yang dihasilkan oleh buzzer serta fan
yang akan mengeluarkan asapnya.
Alat
pendeteksi asap rokok ini bekerja dengan tidak melihat jenis rokok yang dipergunakan, tetapi dengan cara mendeteksi
ketebalan asap yang dikeluarkan oleh rokok.
Alat ini dapat dikembangkan dengan cara menambah
komponen-komponen pada alat ini guna mendeteksi ketebalan asap yang lebih besar seperti ketebalan asap pada
kebakaran hutan.