Rabu, 30 April 2014

MINI TEST

MINI TEST

KELOMPOK A

> ESA ASMARA TARIGAN

> FADILAH HAROKAH MUKAWAMA

> MUHAMMAD KARTOBI

> MUHAMMAD ZIAD ILMI

  1. The defendant refused to answer the prosecutor's questions, because he was afraid that his answer would incriminate him. ( C )
  2. In spite of his hard work will Mr. Forbes be able to regrain control of the company. ( B )
  3. Mrs. Walker has returned the wallet to its original owner. ( D )
  4. The hospital owes twenty millions of dollars to the government for the construction of the new wing. ( D )
  5. Maria told her professors that she could not attend classes next week. ( C )
  6. Having been asked to speak at the convention Dr. Casagrande preared some notes. ( B )
  7. In the past, there never have so many people been out works as today. ( C )
  8. The artist was asked to show some paintings at the contest because he painted very good. ( A )
  9. Having finished lunch, the detectives began to discuss the case. ( A )
  10. Mrs. Sierra offered Mr. Amstrong to the position. ( D )
  11. The work was interesting did Jerome accept the job. ( D )
  12. The victims who where burning screamed were slowly lowered to the ground for medical attention. ( D )
  13. This car has many features including, stereo, safety device, air conditioning, and low gas mile age. ( D )
  14. Carpenters tried to join together the pieces of the broken beam, but found it impossible to do. ( A )
  15. As soon as Pete had arrived, he told us that he for London tomorrow after the board meeting. ( C )
  16. In Rome, Venice, and other cities, an intellectual movement called humanism, which is the basis of the Renaissance. ( B )
  17. The teacher repeated the assignment again for the students, had difficulty understanding what to do after he had explained it the first time. ( C )
  18. The way we react to the other people, the educational training we recived, and the knowledge we display are all part of our. ( D )
  19. You come after class this afternoon, we discussed the possibility of your writing a research paper. ( A )
  20. Mantovani conducted the orchestra gracefully and to the delight of his appreciative audience. ( B )
  21. Having his term paper before the deadline, it was deliveredd to the professors before the class. ( A )
  22. After learing all the details about the project, the contractor told us them. ( D )
  23. The new student's progress advanced forward with such speed his teachers werre amazed. ( C )
  24. After Mr. Peabody had died, the money from his estate reverted back to the company he had served as president for ten years. ( C )
  25. In the distance could be seen the little village with their closely clustered adobe houses and red, clay-tile roofs. ( B )
  26. Althought the weather was not perfect, people turned out for the annual parade. ( B )
  27. After she had dressed ate breakfast, Lucy to her office for a meetiing with her accountant. ( B )
  28. After the rain had let out, the Mitchells their hike up the mountain. ( C ).

Minggu, 06 April 2014

Silogisme dan Entimem

Silogisme

Silogisme termasuk dalam penalaran deduktif. Deduktif merupakan salah satu teknik untuk mengambil simpulan dalam sebuah karangan. Sebenarnya jenis silogisme banyak, tetapi yang dibahas di sini hanya satu jenis, yaitu silogisme golongan ada yang mengistilahkan silogisme kategorial.
Dalam silogisme terdapat dua premis dan satu simpulan. Premis merupakan pernyataan yang dijadikan dasar untuk menarik simpulan. Kedua premis itu adalah premis umum (premis mayor) dan premis khusus (premis minor).
Premis umum (PU)      : berisi pernyataan yang menyatakan semua anggota kelompok atau
                                       kumpulan sesuatu yang memiliki sifat atau ciri tertentu. 
Premis Khusus (PK)    : menyatakan seseorang atau sesuatu anggota kelompok atau      
                                       kumpulan sesuatu itu.
Simpulan (P)               : menyatakan seseorang atau sesuatu anggota kelompok sesuatu itu
                                      memiliki sifat atau ciri tertentu.

Jika ketentuan-ketentuan di atas dibuat rumus akan menjadi:
PU       : Semua A = B
PK       : Semua C = A
         : Semua C = B

Contoh I:
PU       : Semua profesor pandai.
PK       : Pak Adit adalah profesor.
S          : Pak Adit pasti orang pandai.
Keterangan:
Semua  A         : kelompok atau kumpulan sesuatu itu                                    = semua profesor
            B         : kelompok sesuatu itu memiliki sifat atau ciri tertentu            = pandai
            C         : seseorang atau sesuatu anggota kelompok itu                        = Pak Adit
Contoh II:
PU       : Binatang menyusui melahirkan anak dan tidak bertelur.
PK       : Kerbau binatang menyusui.
S          : Kerbau melahirkan anak dan tidak bertelur.

Catatan: Kata “semua” dapat tidak disebutkan atau dapat juga diganti dengan kata “setiap”atau “tiap-tiap”
Contoh III:
PU       : Setiap orang asing harus memiliki izin kerja, jika ingin bekerja di Indonesia.
PK       : Peter White itu orang asing.
S          : Jadi, Peter White harus memiliki izin kerja jika ingin bekerja di Indonesia.

Silogisme Negatif
Jika salah satu premis dalam silogisme bersifat simpulannya pun akan bersifat negatif pula. Biasanya pernyataan negatif digunakan kata “tidak”, “tak”
Contoh I:
PU       : Semua penderita penyakit gula tidak boleh banyak makan makanan berepung
PK       : Pak Badu penderita penyakit gula
S          : Jadi, Pak Badu tidak boleh banyak makan makanan bertepung

Entimem
Entimem adalah silogisme yang diperpendek. Entimen tidak peerlu menyebutkan premis umum, tetapi langsung mengetengahkan simpulan dengan premis khusus yang menjadi penyebabnya.
Rumus entimem : C = B, Karena C = A
Contoh :
Silogisme :
PU       : Pegawai yang baik tidak mau menerima suap.
PK       : Ali pegawai yang baik.
S          : Ali tidak mau menerima suap.

Entimem
Ali tidak mau menerima suap, karena ia pegawai yang baik.
Penjelasan:
C         = Ali ;ia
B         = tidak mau menerima suap
A         = pegawai yang baik
C = B, karena C = A
Contoh di atas silogisme yang dijadikan entimen. Jika entimen dapat dikembalikan menjadi silogisme

Contoh :
Entimem :
Badu harus bekerja keras, karena ia orang yang ingin sukses.
C         : Badu
B         : harus bekerja keras
A         : orang yang ingin sukses
Silogisme :
PU       : Semua orang yang ingin sukses harus bekerja keras.                       
PK       : Badu orang yang ingin sukses.
S          : Maka, Badu harus bekerja keras.

Karangan PI

Nama   : Esa Asmara Tarigan
NPM   : 22110436
Kelas   : 3KB04
KARANGAN PI

Akhir-akhir ini banyak terlihat perokok aktif di berbagai tempat. Terutama disuatu ruangan yang sudah terdapat larangan merokok, tetapi para perokok aktif tetap saja merokok di dalam ruangan tersebut. Asap rokok itu sangat bahaya untuk pernafasan manusia. Pendeteksi asap rokoklah yang dapat mendeteksi dimana adanya asap disuatu ruangan. Dan mencari cara untuk mengeluarkan asap yang ada di dalam ruangan dengan menggunakan fan.
Dalam pembuatan alat pendeteksi asap rokok dibutuhkan bahasa C untuk menjalankan program yang ada pada mikrokontroller ATMega8535. Bahasa C sangat erat hubungannya dengan mikrokontroller, hal ini dapat dilihat dari bahasa pemrograman yang digunakan dalam mikrokontroller pada umumnya menggunakan bahasa pemrograman C. Penggabungan antara bahasa C dengan mikrokontroller dapat menghasilkan sebuah alat, salah satunya alat deteksi asap rokok pada suatu ruangan. Seperti di ketahui banyak bahaya yang ditimbulkan oleh asap rokok.
Mikrokontroller lebih sesuai untuk tugas-tugas yang lebih spesifik. Adapun contoh dari mikrokontroller adalah, ATMega8535 mikrokontroller ini memiliki keunggulan dapat diprogram melalui downloader yang terkoneksi dengan PC dan menggunakan bahasa pemrogramam yaitu bahasa C.
Dengan adanya perkembangan mikrokontroller yang semakin canggih, penulis terapkan pada Penulisan Ilmiah dengan judul “Alat Pendeteksi Asap Rokok Pada Suatu Ruangan berbasis ATMega8535” dan ditunjang oleh bahasa C sebagai bahasa pemogramannya.

ABSTRAK


Esa Asmara Tarigan, 22110436
ALAT PENDETEKSI ASAP ROKOK PADA SUATU RUANGAN BERBASIS ATMEGA8535
PI. Sistem Komputer. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Universitas Gunadarma. 2013

Kata Kunci : Sensor Asap, Mikrokontroler AVR ATMega 8535

( xi + 29 + Lampiran)

Telah dilakukan pembuatan alat pendeteksi asap rokok pada suatu ruangan. Untuk mendapatkan output yang baik dapat menjalankan prosesnya dengan menggunakan mikrokontroller ATMega8535 dan menjalankan programnya dengan bahasa C. Penggabungan antara bahasa C dengan mikrokontroller dapat menghasilkan sebuah alat, salah satunya alat deteksi asap rokok pada suatu ruangan.
Alat yang penulis buat terdiri dari tiga blok yaitu blok input, blok proses dan blok output. Dan cara kerja alatnya yaitu alat akan menyala apabila diberi tegangan 12 volt, dan pada blok input, sensor asap ini bekerja apabila terkena asap maka resistansinya kecil sehingga mengakibatkan tegangan output  meningkat yang mempengaruhi pada inputan non-inverting,kemudian data dikirim menuju blok proses. Di dalam blok proses data diproses dan dikirim kembali ke blok output melalui port 1, di blok output buzzer, fan, LED dan LCD akan menyala apabila mendapat data dari blok proses.
Hasil pengujian alat asap rokok ini pada jenis rokok Mild dan rokok kretek  berupa nyala LED, tampilan pada LCD dan suara yang dihasilkan oleh buzzer  serta fan yang akan mengeluarkan asapnya.
Alat pendeteksi asap rokok ini bekerja dengan tidak melihat jenis rokok yang dipergunakan, tetapi dengan cara mendeteksi ketebalan asap yang dikeluarkan oleh rokok. Alat ini dapat dikembangkan dengan cara menambah komponen-komponen pada alat ini guna mendeteksi ketebalan asap yang lebih besar seperti ketebalan asap pada kebakaran hutan.