Minggu, 06 April 2014

Karangan PI

Nama   : Esa Asmara Tarigan
NPM   : 22110436
Kelas   : 3KB04
KARANGAN PI

Akhir-akhir ini banyak terlihat perokok aktif di berbagai tempat. Terutama disuatu ruangan yang sudah terdapat larangan merokok, tetapi para perokok aktif tetap saja merokok di dalam ruangan tersebut. Asap rokok itu sangat bahaya untuk pernafasan manusia. Pendeteksi asap rokoklah yang dapat mendeteksi dimana adanya asap disuatu ruangan. Dan mencari cara untuk mengeluarkan asap yang ada di dalam ruangan dengan menggunakan fan.
Dalam pembuatan alat pendeteksi asap rokok dibutuhkan bahasa C untuk menjalankan program yang ada pada mikrokontroller ATMega8535. Bahasa C sangat erat hubungannya dengan mikrokontroller, hal ini dapat dilihat dari bahasa pemrograman yang digunakan dalam mikrokontroller pada umumnya menggunakan bahasa pemrograman C. Penggabungan antara bahasa C dengan mikrokontroller dapat menghasilkan sebuah alat, salah satunya alat deteksi asap rokok pada suatu ruangan. Seperti di ketahui banyak bahaya yang ditimbulkan oleh asap rokok.
Mikrokontroller lebih sesuai untuk tugas-tugas yang lebih spesifik. Adapun contoh dari mikrokontroller adalah, ATMega8535 mikrokontroller ini memiliki keunggulan dapat diprogram melalui downloader yang terkoneksi dengan PC dan menggunakan bahasa pemrogramam yaitu bahasa C.
Dengan adanya perkembangan mikrokontroller yang semakin canggih, penulis terapkan pada Penulisan Ilmiah dengan judul “Alat Pendeteksi Asap Rokok Pada Suatu Ruangan berbasis ATMega8535” dan ditunjang oleh bahasa C sebagai bahasa pemogramannya.

ABSTRAK


Esa Asmara Tarigan, 22110436
ALAT PENDETEKSI ASAP ROKOK PADA SUATU RUANGAN BERBASIS ATMEGA8535
PI. Sistem Komputer. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Universitas Gunadarma. 2013

Kata Kunci : Sensor Asap, Mikrokontroler AVR ATMega 8535

( xi + 29 + Lampiran)

Telah dilakukan pembuatan alat pendeteksi asap rokok pada suatu ruangan. Untuk mendapatkan output yang baik dapat menjalankan prosesnya dengan menggunakan mikrokontroller ATMega8535 dan menjalankan programnya dengan bahasa C. Penggabungan antara bahasa C dengan mikrokontroller dapat menghasilkan sebuah alat, salah satunya alat deteksi asap rokok pada suatu ruangan.
Alat yang penulis buat terdiri dari tiga blok yaitu blok input, blok proses dan blok output. Dan cara kerja alatnya yaitu alat akan menyala apabila diberi tegangan 12 volt, dan pada blok input, sensor asap ini bekerja apabila terkena asap maka resistansinya kecil sehingga mengakibatkan tegangan output  meningkat yang mempengaruhi pada inputan non-inverting,kemudian data dikirim menuju blok proses. Di dalam blok proses data diproses dan dikirim kembali ke blok output melalui port 1, di blok output buzzer, fan, LED dan LCD akan menyala apabila mendapat data dari blok proses.
Hasil pengujian alat asap rokok ini pada jenis rokok Mild dan rokok kretek  berupa nyala LED, tampilan pada LCD dan suara yang dihasilkan oleh buzzer  serta fan yang akan mengeluarkan asapnya.
Alat pendeteksi asap rokok ini bekerja dengan tidak melihat jenis rokok yang dipergunakan, tetapi dengan cara mendeteksi ketebalan asap yang dikeluarkan oleh rokok. Alat ini dapat dikembangkan dengan cara menambah komponen-komponen pada alat ini guna mendeteksi ketebalan asap yang lebih besar seperti ketebalan asap pada kebakaran hutan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar